Balai Karangan,KIM Desa Kenaman-Sebuah Pasar Rakyat di Desa Balai Karangan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, tampak menyedihkan. Meski bangunannya masih tergolong baru dan kokoh, aktivitas perdagangan di sana nyaris tidak ada. Pasar tersebut lebih mirip dengan kompleks bangunan yang sepi dan tak terurus daripada pusat perekonomian warga.
Kondisi tersebut ironis mengingat pasar itu dibangun dengan harapan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat di wilayah perbatasan. Pasar yang dibiarkan terbengkalai ini merupakan aset Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau, yang pembangunannya bersumber dari dana pembantuan bidang pasar pada beberapa waktu lalu.
Saat dikunjungi, kondisi fisik pasar terbilang sangat bagus. Kios-kios berderet, atapnya masih utuh, dan catnya belum pudar. Namun, kesan itu langsung hilang oleh suasana sunyi yang menyelimuti. Hanya angin yang bersiul melintasi lorong-lorong pasar yang kosong dan sepi. Tak ada penjual, apalagi pembeli.
Warga setempat pun menyayangkan kondisi ini. Mereka sebenarnya memiliki harapan besar agar pasar tersebut bisa hidup dan menampung kegiatan jual-beli hasil bumi serta kebutuhan sehari-hari. Selama ini, aktivitas perdagangan terpaksa masih dilakukan di pinggir jalan atau di lokasi yang tidak tertata.
"Kami sangat berharap pasar ini bisa dihidupkan. Infrastrukturnya sudah ada, tinggal bagaimana mengelolanya. Kalau bisa ramai, pasti akan sangat membantu perekonomian kami di sini," ujar warga setempat.
Keberadaan pasar yang mati suri ini menimbulkan pertanyaan tentang efektivitas pembangunan infrastruktur tanpa diikuti dengan strategi pengelolaan dan pemberdayaan pascapembangunan. Masyarakat berharap agar Pemerintah Daerah tidak hanya membangun, tetapi juga mendengar aspirasi dan melibatkan mereka dalam merancang strategi untuk menghidupkan kembali pasar tersebut, sehingga investasi yang telah ditanam tidak sia-sia dan benar-benar bisa mensejahterakan rakyat.
Dokumentasi Foto: